Ton futur dépend de tes rêves | Masa depanmu tergantung pada impian"mu

Sabtu, 28 Desember 2013

Bentuk-bentuk Paragraf Berserta dengan Pengertiannya

A.   Narasi
Narasi adalah sebuah paragraf atau karangan yang menceritakan suatu rangkaian kejadian yang disusun secara urut sesuai dengan urutan waktu. Jadi, narasi mempunyai ciri sebagai berikut :
a.   Adanya unsur perbuatan atau tindakan
b.   Adanya unsur rangkaian cerita
c.   Adanya sudut pandang pengarang
d.  Adanya keterangan nama tokoh dalam cerita
e.   Adanya keterangan yang menjelaskan latar kejadian peristiwa
f.    Unsur pikiran lebih tajam dibandingkan unsur perasaan
g.   Menggunakan bahasa sehari-hari
Paragraf narasi dibedakan atas dua jenis, yaitu paragraf narasi ekspositoris dan paragraf narasi sugestif. Paragraf narasi ekspositoris adalah paragraf yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat. Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa sehingga merangsang daya khayal pembaca tentang peristiwa tersebut.
Contoh paragraf narasi ekspositoris :
Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahmad, sang Pengantin. Ramin, Sait si Peniup klarinet, dan Kumat si Pemegang trompet piston adalah ppara pemain kesenian tradisional tanjidor yang telah berkiprah puluhan tahun. Mereka tergabung dalam Kelompok Tiga Saudara.
Sumber: Tempo, 20 Februari 2005 dengan pengubahan seperlunya.
Contoh paragraf narasi sugestif :
Patih Pranggulang menhunus pedangnya. Dengan cepat  ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi, semuanya gagal.
Patih Pranggulang menyimpulkan dalam hati bahwa Tunjungsekar tidak bersalah. Lalu dia segera membuat rakit dari kayu-kayu kering dan meminta kepada Tunjungsekar agar menaiki rakit yang akan dihanyutkannya ke tengah laut. Dengan pasrah, Tunjungsekar mengikuti saran Patih Pranggulang. Perlahan-lahan rakit itu bergerak meninggalkan pantai, makin lama makin jauh ke tengah laut dan matanya berkaca-kaca.
Sumber: Terampil Menulis Paragraf, 2004: 66
Paragraf narasi dapat dibangun dengan unsur-unsur berikut:
a.   Tema, adalah pokok pembicaraan yang menjadi dasar penceritaan penulis.
b.   Alur (plot), adalah jalinan cerita, bagaimana cerita itu disusun sehingga peristiwa demi peristiwa dapat terjalin dengan baik.
c.   Watak atau karakter yang berhubungan dengan perangai si pelaku atau tokoh dalam suatu narasi.
d.  Susunan berhubungan dengan kesan yang ditimbulkan sehingga pembaca dapat ikut membayangkan dan merasakan suasana yang dihadapi pelaku.
e.   Sudut pandang berhubungan dengan dari mana penulis memandang suatu peristiwa. Dia boleh memandang dari sudut pandang orang pertama atau orang ketiga.
B.   Deskripsi
Paragraf deskripsi dapat diarti sebagai suatu paragraf atau sebuah karangan yang bertujuan menggambarkan atau melukiskan pengalaman, pendengaran, perabaan, penciuman, dan perasaan situasi atau masalah. Paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu :
1.   Paragraf deskripsi spasial, adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
Contoh Paragraf deskripsi spasial :
Malam gelap-gulita di hulu sungai Ketahun ... sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendahsyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba telah jatuh ke tanah untuk selama-lamanya.
Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan-mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya.
Sekali-sekali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api, tetapi dalam sekejap mata hilanglah cahaya yang berani menyeburkan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnahkan oleh musuh lamanya “raja gulita”
Sumber: Tak Putus Dirundung Malang, 1995:1
2.  Paragraf deskripsi objektif, adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya. Agar suatu objek (suasan, pohon, orang, binatang) mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang. Semakin rinci pelukisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca.
Apabila objek yang dilukiskan itu seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya, aspek rohaniah meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, harta/milik, dan sebagainya.
Contoh paragraf deskripsi objektif :
Di sudut dekat pintu duduk sesorang laki-laki, Syahbuddin. Pakaiannya, celana pendek dan kaos yang telah koyak, melukiskan kemiskinan dan kemelaratan yang sehari-hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, dan lengannya yang kukuh, penuh urat dan tidak tertutup baju kaosnya dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya.
Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh dengan onak, ranjau, dan duri.
Sumber: Tak Putus Dirundung Malang, 1995:1
C.   Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan memaparkan, menerangkan, menjelaskan, menyampaikan suatu informasi secara teratur, logis, dan saling bertautan. Biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu ide, masalah, hubungan sebab akibat, langkah-langkah, metode, cara atau proses terjadinya sesuatu. Tulisan eksposisi memiliki beberapa ciri, yaitu:
a.    Memaparkan suatu proses
b.    Dipaparkan secara sistematis, runtut, dari awal sampai akhir
c.     Adanya fakta-fakta berupa gambar, diagram untuk memperkuat isi atau informasi yang dipaparkan
d.    Disajikan dengan jelas dan lengkap
Ada beberapa teknik untuk menyajikan informasi dengan cara eksposisi. Teknik-teknik tersebut di antaranya adalah sebagai berikut :
1.   Teknik Identifikasi, adalah teknik pengembangan paragraf atau karangan eksposisi yang berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan “Apa itu?” atau “Siapa itu?”.
2.  Teknik Perbandingan, adalah suatu cara untuk menunjukkan kesamaan dan perbedaan-perbedaan antara dua objek atau lebih dengan mempergunakan dasar-dasar tertentu.
3.  Teknik Klasifikasi, adalah teknik pengembangan dengan menempatkan atau mengelompokkan suatu hal dalam suatu kelompok aspek atau kategori tertentu.
4.  Teknik Analisis, adalah suatu cara membagi-bagi, melepaskan, atau menguraikan suatu subjek ke dalam komponen-komponen.
5.  Teknik Definisi, adalah proses yang berusaha meletakkan batas-batas makna dari unsur kata itu sendiri.
D.   Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka percaya dan bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis (Keraf, 2000:3). Dalam paragraf argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa sehingga ia mampu menunjukkan pendapat tersebut benar atau tidak. Kosasih (2003:50) menjelaskan argumen bermakna ‘alasan’, sedangkan argumentasi bermakna ‘pemberian alasan yang kuat dan menyakinkan’. Maka, paragraf ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.   Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin
2.  Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
3.  Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
4.  Penutup berupa kesimpulan
Contoh 1 :
Pengaruh Perkembangan TIK
Era globalisasi ini mempengaruhi bidang salah satunya TIK. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang secara tidak langsung telah banyak mempengaruhi dunia pendidikan dan pembelajaran di negara ini. Sekolah dituntut untuk dapat menggunakan TIK baik siswa maupun gurunya. Maka, teknologi komunikasi harus segera dikuasai.
Contoh 2:
Efek Negatif Penggunaan Ponsel
Penggunaan ponsel secara berlebihan menimbulkan efek negatif. Komunikasi yang dilakukan lebih banyak pada hal yang kurang penting. Seseorang akan lebih suka berinteraksi di dunia maya. Pikirannya pun akan lebih terbuka di dunia online.
E.   Persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu seperti yang diharapkan oleh penulisnya. Agar hal yang disampaikan itu dapat mempengaruhi orang lain, tulisan harus disertai penjelasan dan fakta.
(Keraf, 2001:119) persuasi bertujuan mengubah pikiran orang lain agar dapat menerima dan melakukan sesuatu yang kita inginkan.
Ciri-ciri paragraf persuasi :
a.   Adanya kalimat ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca.
b.   Mengemukakan penjelasan yang meyakinkan dalam kalimat-kalimat sebelumnya.
c.   Berusaha mengubah pikiran pembacanya.
Contoh paragraf persuasi :
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
Note: kalimat yang bercetak miring merupakan kalimat persuasif.



Sumber :
Google Book :
·       Think Smart Bahasa Indonesia Oleh Ismail Kusmayadi, hal:34,35
·       Mahir Berbahasa Indonesia Oleh P. Tukan, S.Pd, hal:31-32
·       Mahir Berbahasa Indonesia 3 Oleh P. Tukan, S.Pd, hal:48,49
Google Web :

3 komentar:

  1. terima ksih atas informasi di blognya,, ehe sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Makasih ya jadi gausah buka buku nih hehehe 😊😊😊

    BalasHapus